Thursday, July 10, 2008

Going to America

Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 18 Juni 2008(WIB), dan transit di 2 tempat, yakni Singapore dan Manila. Sampai di San Fransisco juga pada tanggal 18 Juni 2008, dengan catatan waktu di Amerika, jadi, walau aku sudah tidur di pesawat semalaman, harinya belum ganti... Tiba di bandara, sejenak aku merasa lumayan dingin, kan belum terbiasa, lumayan wajar, hehehe... kami(aku+adikku+p) dijemput oleh Ko Wilten yang menggunakan mobil Acura berbagasi super besar yang mampu memuat koper-koper raksasa kami ke dalam mobil kecilnya. Setir mobl berada di sebelah kiri, dan ada GPS, serta sesuatu alat yang kurang kukenal, mungkin semacam telepon, yang sangat canggih, yah cukup canggih bila yang melihat adalah anak yang cukup gaptek sepertiku dan keluargaku, kami yang di Indonesia tentu ketinggalan...
Ok, cerita dilanjutkan lagi...
Sementara itu, aku mulai bertanya tentang jam, awalnya, aku pikir jam 5 sore-an, mungkin, tapi fakta super mengejutkannya adalah jam telah menunjukkan angka....
SETENGAH DELAPAN
OMG, langitnya masih terang bapak2 ibu2, masih kayak sore buangett.... aku nggak percaya sih, maunya, tapi apa boleh buat, karena pada musim panas, siang lebih lama daripada malam, dan matahari juga lebih cepat naik ke atas daripada biasanya, tapi udara tetap dingin hari itu.
Kami sampai di rumah Ci Veni+Ko Wilten di Richmond... yah, tipikal rumah kecil yang bagus dan sejuk + ada bayi yang imutnya luar biasa dan lucu dan manis dan pintar, sebelum itu kami langsung mengerubungi ibunda tercinta(walah2 bahasanya), yang nyaris tidak bisa kami pandang selama sebulan kurang 1 hari, senangnya!! Begitu masuk ke ruang keluarganya atau ruang main atau ruang apalah-nya Ci Veni, wuaahhhh... penugh dengan game2 yang bagus2, ada PS2, ada PS3, ada PSP, ada Wii, dan alat2nya lengkap, kayak ada RockBand, dan wuiiih buagus deh mainannya, jadi iri, habis nggak bisa beli, tapi nggak apa, karena tentu lebih murah berburu di kampung saya, yakni Jakarta. Gila aja, masa game yang 15 ribu dapat 3 disini yang bekas harganya 100 ribu dan hanya dapat satu! Yah,itu dia bedanya asli dan palsu, asli itu terjamin bagus dan mahal, sedangkan palsu itu murah dan kualitasnya untung-untungan, tapi selama ini palsu itu oke2 aja kok. Hidup disini sih tapi kalau kerja pasti bisa hidup, itu enaknya. Kami disuruh membersihkan tubuh dulu, setelah itu kami diajak main Wii oleh Ko Wilten, ternyata Wii itu bagus juga, selama ini sih aku nggak tahu Wii kayak apa, tapi nggak apa deh, yang penting tahu namanya, hehehe... Terus jam setengah 12-an, aku dan semua yang ada di rumah itu tidur.... Aku dan adikku tidur di atas sofa, karena nggak cukup tempat tidurnya, ya udahlah, dingin soalnya, NO PROBLEMO! Nggak pakai AC ataupun kipas angin...
Tidur deh akhirnya...

No comments:

Post a Comment